Lewati ke konten utama
timelinews

Mendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM

, Timelinews

•3 menit baca
Mendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM
ANTARA/Maria Cicilia Galu

timelinews.id - Kementerian Perdagangan menyiapkan fasilitas penguatan merek atau branding bagi sekitar 500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan program tersebut akan membantu pelaku UMKM memperkuat identitas produk sehingga lebih mudah dikenal konsumen dan memiliki daya saing di pasar.

"Nanti akan ada fasilitas branding, artinya produk Bapak-Ibu itu bagaimana supaya menjadi terkenal," ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Program tersebut akan diluncurkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Setelah peluncuran, Kemendag akan melakukan seleksi terhadap UMKM yang mendapatkan fasilitas tersebut. Budi menyebut jumlah peserta yang akan memperoleh fasilitas branding diperkirakan sekitar 500 UMKM.

Menurut Budi, penguatan merek menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Produk dengan kualitas yang baik dinilai perlu didukung identitas merek dan tampilan yang mampu menarik perhatian konsumen.

Selain branding, pemerintah juga memberikan pendampingan dalam sejumlah aspek lain, termasuk standardisasi, kemasan, kualitas produk, hingga akses pasar.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu UMKM memperluas pemasaran, baik di pasar domestik maupun pasar ekspor.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong produk lokal agar semakin mampu bersaing dengan produk dari luar negeri. Kemendag menyebut kerja sama dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan bisnisnya.

Budi berharap semakin banyak produk UMKM yang memiliki kualitas dan identitas merek yang kuat sehingga mampu menjadi pilihan konsumen di pasar dalam negeri.

Penguatan merek juga berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai tambah produk. Dengan merek dan kemasan yang lebih baik, produk UMKM tidak hanya bersaing dari sisi harga, tetapi juga dari sisi kualitas dan identitas produk.

Selain fasilitas branding, Kemendag sebelumnya juga mendorong UMKM menggunakan barcode pada produk untuk mempermudah akses ke jaringan ritel modern.

Pada program sertifikasi barcode yang dibuka Kemendag pada Selasa, pemerintah bekerja sama dengan GS1 Indonesia dan pada tahap awal menargetkan 50 perusahaan. Barcode dinilai dapat membantu proses layanan, penyimpanan, dan distribusi produk.

Budi mengatakan pelaku UMKM yang ingin masuk jaringan ritel modern tidak cukup hanya memiliki barcode. Produk tetap harus memenuhi standar kualitas dan memiliki daya saing.

Menurutnya, Indonesia memiliki lebih dari 50.000 gerai minimarket. Jumlah tersebut menjadi peluang pasar bagi produk lokal apabila UMKM mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan jaringan ritel.

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses UMKM terhadap pasar sekaligus meningkatkan kemampuan produk lokal untuk bersaing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Kemendag akan melanjutkan proses seleksi UMKM setelah peluncuran program branding dalam TEI 2026.

Topik Terkait

Kategori Utama:Bisnis
Bagikan:

Komentar