Lewati ke konten utama
timelinews

IHSG Dibuka Menguat, Investor Cermati Level 5.400

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (23/10/2026), di tengah perhatian investor terhadap perkembangan pasar modal Indonesia

2 menit baca
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (Merdeka.com)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (Merdeka.com)

timelinews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (23/10/2026), di tengah perhatian investor terhadap perkembangan pasar modal Indonesia dan evaluasi klasifikasi pasar oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,18 persen atau 9,44 poin ke level 5.397,34. Pada pukul 09.01 WIB, indeks masih menguat 0,16 persen ke posisi 5.396,26, meski kenaikannya mulai tergerus.

Sentimen MSCI Masih Membayangi Pasar

Pergerakan IHSG berlangsung setelah MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market. Perkembangan tersebut menjadi perhatian investor karena perubahan klasifikasi berpotensi memengaruhi cara investor global menempatkan dana pada saham Indonesia.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan perubahan metodologi perhitungan indeks. Mulai 2 November 2026, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) akan dikecualikan dari perhitungan IHSG.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya merespons persoalan konsentrasi kepemilikan saham dan meningkatkan kualitas representasi indeks pasar.

Level 5.400 Jadi Perhatian

Dalam analisis yang dikutip KompasTV, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut level 5.400 sebagai area resistansi yang perlu dicermati, sementara level 5.300 menjadi area dukungan terdekat. Level tersebut merupakan acuan analisis teknikal, bukan jaminan arah indeks selanjutnya.

Penguatan pada awal perdagangan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan pasar telah berakhir. Pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada transaksi sepanjang sesi, sentimen investor, dan perkembangan kebijakan terkait pasar modal Indonesia.

Bagikan

Komentar