timelinews.id - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp260,8 triliun hingga 21 Oktober 2026. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 4 juta debitur, termasuk 1,6 juta debitur baru.
Realisasi tersebut setara 89,93 persen dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp290 triliun. Data itu disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam pemaparan capaian kementerian di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Sektor Produktif Terima Rp170,9 Triliun
Dari total penyaluran tersebut, Rp170,9 triliun atau 65,9 persen mengalir ke sektor produksi. Angka ini melampaui target pemerintah yang menetapkan minimal 65 persen penyaluran KUR harus diarahkan ke kegiatan produktif.
Pembiayaan sektor produksi diharapkan membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kegiatan produksi, dan menciptakan nilai tambah. Namun, besarnya penyaluran belum dengan sendirinya menunjukkan peningkatan omzet atau keuntungan penerima, yang perlu dinilai melalui data kinerja usaha.
Selain debitur baru, Kementerian UMKM mencatat 702.785 debitur telah masuk kategori graduasi, yakni pelaku usaha yang dinilai berkembang sehingga dapat naik ke tingkat pembiayaan berikutnya.
Sisa Target Sekitar Rp29,2 Triliun
Dengan target Rp290 triliun, masih terdapat sekitar Rp29,2 triliun yang belum tersalurkan hingga 21 Oktober. Pemerintah perlu memastikan sisa pembiayaan tersebut menjangkau pelaku usaha yang layak dan membutuhkan modal, tanpa mengabaikan kualitas kredit.
Tantangan berikutnya bukan hanya mengejar target penyaluran, tetapi juga memastikan pembiayaan digunakan untuk mengembangkan usaha dan mampu dikembalikan sesuai ketentuan.






