Lewati ke konten utama
timelinews

IHSG Anjlok 10,76%, BEI Sempat Trading Halt

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 10,76% ke level 5.233 pada penutupan perdagangan sesi pertama

2 menit baca
Ilustrasi Pantauan Analisa Saham  (Foto iNews Media Group)
Ilustrasi Pantauan Analisa Saham (Foto iNews Media Group)

timelinews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 10,76% ke level 5.233 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (16/10/2026). Indeks turun 630,78 poin di tengah tekanan jual yang meningkat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi terkait perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.

Berdasarkan laporan Okezone, IHSG dibuka anjlok 8,01% ke level 5.393,92. Penurunan tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit.

Setelah perdagangan dilanjutkan, tekanan jual masih berlanjut. IHSG sempat menyentuh level terendah 5.193, sementara level tertinggi pada sesi tersebut tercatat 5.404.

Aktivitas pasar menunjukkan tekanan yang luas. Sebanyak 809 saham melemah, 15 saham menguat, dan 139 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp17,3 triliun dengan volume perdagangan 37,9 miliar saham.

MSCI soroti transparansi pasar

Tekanan pasar terjadi setelah MSCI membuka konsultasi mengenai usulan reklasifikasi Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri.

MSCI menyoroti kekhawatiran investor terkait transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta aksesibilitas investasi di pasar saham Indonesia.

Perubahan klasifikasi tersebut belum menjadi keputusan final. Proses konsultasi dijadwalkan berlangsung hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.

Meski demikian, rencana tersebut memicu kekhawatiran mengenai potensi arus keluar modal asing. Jika Indonesia dikeluarkan dari indeks global MSCI, sejumlah dana investasi yang mengikuti indeks tersebut berpotensi menyesuaikan atau melepas kepemilikan saham Indonesia.

Saham perbankan ikut tertekan

Tekanan juga melanda saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk saham perbankan. Reuters melaporkan saham Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing sempat turun hampir 15%.

Pelemahan saham unggulan tersebut memperbesar tekanan terhadap IHSG, mengingat kontribusi saham-saham berkapitalisasi besar terhadap pergerakan indeks.

Gejolak ini menempatkan transparansi dan tata kelola pasar modal sebagai perhatian utama investor. Respons BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta perkembangan konsultasi MSCI, akan menjadi faktor penting yang dicermati pelaku pasar selanjutnya

Topik

Bagikan

Komentar