Lewati ke konten utama
timelinews

GoTo Rilis LLM Open-Source 27 Miliar Parameter untuk Indonesia

GoTo meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) dengan 27 miliar parameter yang dirancang untuk memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak

2 menit baca
GoTo at Bali Tech Week 2026 (gotocompany.com)
GoTo at Bali Tech Week 2026 (gotocompany.com)

timelinews.id - GoTo meluncurkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan 27 miliar parameter yang dirancang untuk memahami bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Model ini diperkenalkan dalam ajang Bali Tech Week di Sanur, Bali, pada 19 Oktober 2026.

Model bahasa besar (large language model/LLM) tersebut dikembangkan oleh tim AI GoTo sebagai kelanjutan dari inisiatif pengembangan model terbuka yang dimulai pada 2024. Perusahaan menyediakan model ini secara gratis agar startup, universitas, peneliti, pelaku bisnis, dan institusi publik dapat menggunakannya serta mengembangkan aplikasi sesuai kebutuhan.

Dilatih dengan Data Bahasa Indonesia

GoTo menyebut model tersebut dilatih menggunakan teks berbahasa Indonesia dari mitra media dan situs web sektor publik, serta data bahasa daerah. Dalam pengumpulan data bahasa Batak, perusahaan bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) untuk merekam penggunaan bahasa yang relevan dengan kondisi saat ini.

Dukungan bahasa daerah menjadi salah satu fokus pengembangan karena model AI yang dilatih untuk penggunaan global belum tentu memahami konteks bahasa lokal secara optimal, termasuk ragam tutur dan ungkapan sehari-hari.

Dibuka untuk Pengembang

Model dengan 27 miliar parameter ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun layanan berbasis AI, seperti pemrosesan teks, penerjemahan, dan aplikasi percakapan. GoTo menyebut model tersebut dapat dijalankan pada server milik universitas, startup, atau institusi publik tanpa harus membangun pusat data berskala besar.

Meski demikian, menjalankan model berukuran 27 miliar parameter tetap membutuhkan sumber daya komputasi yang memadai. Pengembang juga perlu menguji akurasi respons, terutama untuk bahasa daerah, sebelum menerapkannya pada layanan yang digunakan masyarakat.

Peluncuran ini menambah pilihan model AI yang dapat dimanfaatkan pengembang di Indonesia. Akses terhadap model terbuka juga memberi kesempatan bagi kampus dan perusahaan rintisan untuk bereksperimen tanpa harus membangun model bahasa besar dari awal.

Bagikan

Komentar