timelinews.id - Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen. Proyeksi tersebut meningkat 0,5 poin persentase dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 4,7 persen.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Franziska Lieselotte Ohnsorge menyampaikan perkembangan tersebut dalam media briefing East Asia and Pacific Economic Update yang digelar secara virtual pada Senin (5/10/2026).
Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di level 5,2 persen pada 2027. Revisi terhadap proyeksi 2026 terutama berkaitan dengan perkiraan dampak kenaikan harga energi yang dinilai lebih ringan terhadap perekonomian Indonesia dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Kenaikan proyeksi tersebut memberikan gambaran bahwa ekonomi Indonesia diperkirakan tetap tumbuh meskipun perekonomian global masih menghadapi sejumlah tekanan.
Perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang diperhatikan karena perubahan harga energi, perdagangan internasional, kebijakan moneter, dan kondisi geopolitik dapat memengaruhi aktivitas ekonomi domestik.
Di dalam negeri, pemerintah juga melihat sejumlah indikator menunjukkan perbaikan menjelang akhir 2026.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya menyebut tiga indikator yang menjadi perhatian, yakni inflasi September 2026, neraca perdagangan Agustus 2026, dan PMI Manufaktur September 2026.
Inflasi September tercatat 3,28 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus-minus 1 persen.
Inflasi inti tercatat 2,84 persen secara tahunan. Namun, komponen volatile food masih menjadi perhatian dengan inflasi 5,03 persen karena dipengaruhi permintaan, produksi sejumlah komoditas hortikultura, cuaca ekstrem, El Nino, dan bencana alam.
Di sektor perdagangan, Indonesia mencatat surplus kumulatif US$7,25 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Sementara itu, aktivitas manufaktur kembali masuk zona ekspansi. PMI Manufaktur September berada di level 52,4, naik dari 49,8 pada Agustus.
Peningkatan tersebut didukung pertumbuhan pesanan baru dan produksi, kenaikan pesanan ekspor, masuknya proyek baru, serta membaiknya daya beli.
Dengan revisi proyeksi Bank Dunia tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan masih berada di atas 5 persen.
Namun, perkembangan ekonomi hingga akhir tahun tetap akan dipengaruhi oleh kondisi perdagangan global, harga energi, investasi, konsumsi domestik, dan kebijakan ekonomi pemerintah.






